Familie Heidi und Rainer Scheunemann in Papua
 
  Home
  Gästebuch
  Spendeninfo für unseren Dienst in Indonesien
  AKTUELLES!
  Wer wir sind und was wir glauben
  Notizen von Heidi
  Länderinfo West-Papua
  Kleiner Kultureller Ratgeber
  Rainers Einsatzbereiche
  Heidis Einsatzbereiche
  Fußball-Talentförderung in Papua
  2012-2013 Heidi als Fußballtrainerin in Deutschland
  Freundesbriefe aus Papua
  Berbagai penjelasan dalam Bahasa Indonesia
  => Prakata dari buku pedoman "Menjadi pengusaha Papua yang sukses!"
  => Daftar isi dari buku "Menjadi pengusaha Papua yang sukses!"
  => Program pembinaan usaha kecil di Papua
  => Superliga 2008 - Sepakbola indonesia
  Gebetsanliegen
  Photos
  Witzige Kindersprüche
  Projektvorschläge
  English page: Football education in West-Papua
Prakata dari buku pedoman "Menjadi pengusaha Papua yang sukses!"

Prakata
 
Pertama-tama saya mengucap syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan kekuatan kepada saya untuk menyelesaikan buku ini. Semoga buku ini dapat menjadi berkat bagi anda. Tujuan dari penulisan buku ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pengertian pengusaha kecil Papua dalam pengelolaan usaha dan dalam cara mengatur pembukuan yang sederhana supaya perkembangan ekonomi dapat dirasakan oleh lebih banyak orang di Tanah Papua ini.
 
Perkembangan ekonomi dapat dirasakan oleh masyarakat kalau mereka berhasil untuk bisa memenuhi lebih banyak kebutuhan daripada sebelumnya. Dengan demikian mereka mengalami peningkatan taraf hidup. Dimana ada perkembangan ekonomi, disitu kebutuhan yang paling mendesak, seperti kebutuhan akan sandang, pangan dan papan sudah dapat dipenuhi. Kebutuhan yang lain seperti kebutuhan akan pendidikan dan informasi kemudian akan menyusul. Berarti dalam setiap negara yang mengalami perkembangan ekonomi pasti tingkat pendidikan masyarakatnya akan meningkat pula.
 
Selama ini perkembangan ekonomi di Tanah Papua belum dapat dirasakan secara memuaskan oleh masyarakat, khususnya bagi masyarakat di kampung-kampung. Bantuan pemerintah yang diberikan untuk meningkatkan perkembangan ekonomi lemah sering disalahgunakan atau tidak tepat sasaran, sehingga tidak dapat membawa kemajuan. Kegagalan pemakaian dana pembangunan ekonomi disebabkan berbagai faktor. Kurangnya perhatian di sektor pembinaan dan pendidikan masyarakat di kampung menyebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya perencanaan bisnis, cara pemakaian modal usaha dan cara pengelolaan suatu usaha. Karena kurang dibina, maka masyarakat seringkali belum mampu untuk mendatangkan laba yang dapat diinvestasikan lagi ke dalam usaha. Perkembangan signifikan di bidang pendidikan untuk meningkatkan pengertian masyarakat Papua di bidang ekonomi belum terlihat dan banyak program pembinaan pengusaha kecil tidak dijalankan secara maksimal. Berbagai seminar dan pelatihan yang telah dilaksanakan belum berhasil untuk membawa perubahan, karena seringkali teori ekonomi di buku-buku yang dipakai terlalu sulit untuk dimengerti oleh masyarakat dan tidak cocok dengan situasi ekonomi dan lingkungan hidup yang dihadapi oleh orang Papua. Pembinaan teoretis seharusnya digabungkan dengan pelatihan di lapangan untuk meningkatkan pengertian pengusaha Papua, karena banyak orang Papua lebih cepat belajar dari contoh praktis yang dapat dilihat daripada dari buku semata-mata. Oleh karena itu pelajaran teoretis yang tidak diikuti pembinaan lapangan tidak dapat menjawab kebutuhan masyarakat.  
 
Pengertian dasar tentang ekonomi, pemasaran dan pembukuan diperlukan untuk dapat berhasil dalam suatu usaha dan untuk mencapai keuntungan. Oleh karena itu penulis telah mencoba untuk merancang suatu sistem pembukuan yang sederhana, yang dapat dimengerti oleh ibu-ibu dan bapak-bapak di kampung yang sudah menjalankan suatu kios. Buku ini diciptakan untuk memberikan berbagai ide baru bagi setiap pengusaha yang sudah memiliki suatu kios atau toko kecil di daerah pedalaman, di pinggiran kota atau juga di kota, tapi yang selama ini belum berhasil dengan baik. Semua penjelasan dalam buku ini diberikan dengan bahasa Indonesia yang sederhana, sehingga masyarakat dapat mengerti seluk-beluk usaha kios dengan baik.
 
Buku ini bukan dimaksudkan untuk diberikan langsung kepada para pengusaha di kampung-kampung yang baru mulai mengelola suatu kios kecil. Tujuan utama buku ini adalah untuk menyediakan materi teoretis dan contoh praktis kepada para pembina lapangan yang terjun ke kampung-kampung untuk membina para pengusaha disitu. Para pembina harus memakai bahasa yang sederhana untuk menjelaskan cara pengelolaan usaha dan sistem pembukuan kepada masyarakat. Tidak ada gunanya untuk memakai bahasa ekonomi yang tinggi yang tidak dapat dimengerti oleh para pengusaha kecil. Bagi pengusaha yang sudah berpengalaman dan yang dapat membaca dengan baik, buku ini memang bisa dimengerti secara langsung tanpa penjelasan tambahan oleh pembina lapangan, tetapi pengusaha di kampung yang belum lulus SMP atau SMU perlu dibina untuk mengerti isi buku ini. Bagi mace-mace dan pace-pace yang tidak dapat membaca dengan baik, tetapi yang memiliki motivasi dan kemampuan untuk menjalankan suatu usaha kios sebaiknya materi dalam buku ini dijelaskan secara bertahap oleh pembina lapangan dengan memberikan banyak contoh sederhana yang kemudian langsung dapat dipraktekkan oleh pengusaha tersebut. Setiap pembina lapangan harus belajar untuk menyesuaikan cara pelatihan dan penyampaian materi pembukuan dengan tingkat pengertian pengusaha. Seorang pengusaha yang baru terjun dalam dunia bisnis dan belum pernah menjalankan pembukuan pasti belum mampu untuk langsung membuat laporan keuangan yang lengkap. Untuk seorang pengusaha di kampung sudah sangat baik apabila dia dapat menjalankan buku kas dan buku penjualan dengan rapi dan lengkap. Setelah dia sudah mampu menjalankan kedua buku tersebut dengan baik, maka pembina lapangan bisa memberikan pelatihan yang lebih lanjut lagi (seperti menjalankan buku piutang, buku utang dan buku stock). Pembinaan harus dilakukan secara bertahap.
 
Atas dasar pengalaman pembinaan di daerah pedalaman dan di pinggiran kota, penulis telah menciptakan suatu sistem pembinaan bertingkat (dari tingkat satu sampai tingkat empat). Pembinaan dimulai dengan tingkat satu (yang berisi pelajaran untuk membandingkan harga beli, kalkulasi modal investasi dan modal kerja, perkenalan buku kas, penetapan harga jual dan pembuatan daftar harga jual) untuk pengusaha yang baru mulai dengan pembukuan. Setelah kursus pembinaan pertama, maka pengusaha menjalankan buku kas secara kontinyu dalam kiosnya. Setelah dia sudah mampu untuk menjalankan buku kas dengan rapi, lengkap dan benar, maka pembinaan dapat diteruskan dengan pembinaan tingkat dua (untuk memperkenalkan daftar kode pemasukan dan pengeluaran uang, penjelasan buku penjualan, buku piutang dan buku stock). Tingkat tiga baru dapat dimulai setelah buku penjualan, buku stock dan buku kas dijalankan dengan baik secara kontinyu. Kalau pengusaha menunjukkan motivasi yang tinggi untuk belajar dan memiliki kemampuan untuk mengerti materi dengan baik, maka dia dapat dibina terus menerus sampai dia akan mampu untuk membuat perhitungan laba-rugi dan dapat membuat evaluasi arus kas usahanya (analisa cash flow) serta dapat membuat neraca dan laporan perubahan modal.  
 
Buku ini bermanfaat juga untuk para mahasiswa/i ekonomi, para dosen ekonomi dan guru sekolah yang mengajar di bidang ekonomi atau yang memberikan pelatihan untuk pengusaha kecil di Tanah Papua. Karena penulis melihat, bahwa kebanyakan pengusaha yang telah dibina bingung untuk mengerti sistem pembukuan yang memakai akun (karena setiap transaksi uang harus dicatat paling sedikit dalam dua akun), maka penulis telah menciptakan suatu sistem pembukuan yang tidak memakai akun dengan tujuan untuk memudahkan pembinaan di lapangan.
Buku ini bukan ditulis untuk membina para pengusaha yang sudah berpengalaman dalam menjalankan pembukuan dalam usahanya dengan memakai sistem jurnal, akun dan buku besar. Pengusaha tersebut tidak perlu mengubah sistemnya karena sistem akun memang sistem yang baik. Untuk belajar sistem pembukuan yang memakai akun sudah disediakan banyak buku di pasar buku yang ditulis oleh akuntan yang berpengalaman dalam pengelolaan sistem administrasi dari perusahaan besar dan karena itu penulis tidak mau menambah buku yang menjelaskan hal yang sama.
 
Tujuan dari buku ini adalah untuk menyediakan pengetahuan dasar pengelolaan usaha kecil serta memberikan materi pembukuan yang praktis dan sederhana untuk para pengusaha di Tanah Papua. Materi dijelaskan dengan bahasa yang sederhana, sehingga langsung dapat dipakai untuk pembinaan pengusaha kios di kampung dan di daerah terpencil. Sistem pembukuan yang diperkenalkan dalam buku ini diciptakan oleh penulis sendiri untuk dipakai di dalam usaha kecil di dalam konteks Papua. Penulis mengetahui, bahwa program pembukuan komputer yang dipakai oleh perusahaan besar lebih komplit dan lebih terperinci daripada materi yang dijelaskan dalam buku ini. Akan tetapi di daerah perkampungan dan di pinggiran kota banyak pengusaha Papua susah untuk mengerti logika sistem akun dengan jurnal berganda (double entry), karena tingkat pendidikan yang rendah. Oleh sebab itu tidaklah efisien untuk mengajar sistem pembukuan yang rumit, karena sangat membingungkan para pengusaha. Yang diperlukan adalah suatu sistem bertahap yang dapat dijelaskan dengan singkat, sederhana dan praktis yang dapat disesuaikan dengan tingkat pengertian pengusaha. Dengan demikian para pengusaha Papua mulai berani untuk menjalankan pembukuan dasar dalam usaha mereka.
 
Walaupun contoh-contoh dalam buku ini semua diambil dari usaha kios, akan tetapi pengetahuan dasar ekonomi dan pemasaran yang disampaikan melalui buku ini juga bisa bermanfaat bagi pengusaha yang menjalankan usaha mereka di bidang yang lain, seperti di bidang usaha jasa atau di bidang usaha produksi.
 
Semoga buku ini dapat turut membantu para pelatih dan pembina pengusaha kecil di bidang perdagangan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pelatihan bagi pengusaha kecil Papua di Tanah Papua. Tujuan buku ini adalah untuk mengembangkan ekonomi lokal yang merupakan salah satu program pokok dalam rencana strategis pembangunan kampung (RESPEK) yang telah disampaikan oleh Gubernur Provinsi Papua, Bpk. Barnabas Suebu, SH pada awal tahun 2007 sebagai rencana strategis untuk mewujudkan visi pembangunan Papua Baru.
 
Visi pembangunan Papua Baru tersebut mencakup berbagai harapan, yaitu...
Ø      ...untuk membangun kebersamaan, keharmonisan dan persaudaraan dimana masyarakat saling mengasihi dan menghormati dalam suasana yang aman, damai dan tentram.
Ø      ...bahwa pendatang menghormati dan mengakui hak-hak penduduk asli dan penduduk asli mengulurkan tangannya serta memberikan tempat yang layak kepada pendatang untuk hidup bersama.
Ø      ...bahwa masyarakat bekerja keras, rajin belajar dan saling bahu membahu.
Ø      ...bahwa akan terjadi peningkatan tingkat kesejahteraan serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
Ø      ...bahwa masyarakat Papua akan memiliki penduduk yang tertib, penuh disiplin dan taat kepada hukum, dengan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan dan kebenaran serta nilai-nilai etika dan moral yang tinggi.
Ø      ...bahwa masyarakat Papua adalah umat yang beragama, beriman dan taat kepada Tuhan Allah Sang Pencipta Yang Maha Kuasa.
Ø      ...bahwa pemimpin-pemimpin dipilih langsung oleh masyarakat secara demokratis, memiliki kapasitas dan kemampuan kepemimpinan yang tinggi, tetapi rendah hati.
Ø      ...bahwa pemimpin-pemimpinnya tidak mengenal diskriminasi, korupsi, kolusi dan nepotisme, tetapi diurapi oleh Tuhan Allah dengan hikmat dan kebijaksanaan.
Ø      ...bahwa pemimpin-pemimpin memiliki wibawa dan kharisma serta menjadi contoh dan teladan yang baik bagi rakyatnya.
Ø      ...bahwa pemerintahannya adalah pemerintahan yang terbaik, bersih, berwibawa yang melayani rakyatnya dengan sebaik-baiknya.
Ø      ...bahwa rakyat menghormati dan taat kepada pemimpin-pemimpinnya.

Kalau tujuan usaha anda tidak jelas, maka anda tidak dapat mengharapkan perubahan dalam tingkat kesejahteraan keluarga anda. Tetapi kalau anda ingin menjadi seorang  pengusaha yang rajin dan bertanggung jawab, maka pelajaran dalam buku ini pasti dapat memberikan anda suatu semangat yang baru untuk berusaha dan bekerja dengan lebih serius lagi.
 
Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada suami saya, Bpk. Pdt. Dr. Rainer Scheunemann, yang selalu memberikan dukungan dan motivasi bagi saya untuk menyelesaikan buku ini dan turut membantu dalam mengoreksi bahasa Indonesia saya yang belum sempurna ini.
 
Saya juga berterima kasih kepada pimpinan dan konsultan Yayasan Oikonomos Papua, Bpk. Marnix Balke, yang memberikan kepercayaan bagi saya untuk melatih dan membina para pengusaha kecil di daerah Jayawijaya.
 
Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Bapak Fredy Chondy sebagai koordinator program Balai Latihan Bisnis (BLB) dan program Inkubator di dalam Yayasan Oikonomos Papua di Wamena. Dia telah menemani saya dalam puluhan kursus pembinaan pengusaha kecil dan selalu memberikan inspirasi kepada saya dalam banyak diskusi sejak dia sendiri mulai tertarik dengan akuntansi keuangan sebagai mahasiswa saya di program TITIP, Sentani, pada tahun 1999. Program TITIP (Training Indonesians for Transition into Institutional Programs) berpola Asrama dan menyediakan berbagai jenis mata pelajaran (salah satunya adalah kewirausahaan), yang hampir semuanya diajar dalam bahasa Inggris. Program TITIP telah dirancang oleh Yayasan Pelayanan Antarbudaya (YPA) di Sentani untuk pemuda Kristen Papua yang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin yang sejati di berbagai bidang di dalam masyarakat Papua pada masa depan.  
 
Saya tidak mungkin kerja sendiri dalam perencanaan dan pelaksanaan kursus pembinaan bagi pengusaha kecil di Papua. Terima kasih kepada teman-teman pembina, yaitu Fredy Chondy, Yeni Rumbiak, Yuli Waromi, Amsal Daby dan Urbanus Kosay yang selama ini membantu saya dalam persiapan kursus pelatihan bagi pengusaha kecil di Jayawijaya dan yang sering memberikan masukan yang berarti bagi saya dalam perencanaan buku ini.
 
Terima kasih juga kepada para pengelola administrasi keuangan dan para pengusaha muda Willier Wanimbo (di kios latihan “Oikios” di Wamena), Amsal Daby (di toko grosir “DEPOT” di Pass Valley), Hans Daby (di toko “Sumur Susah” di Kobakma), Norlyn Kafiar bersama-sama dengan Welly Dwaa (di toko kerajinan tangan “Let-Let-Hut” di Jalan Hawai, Sentani) dan Theresia Rumanasen (di bengkel latihan “Oibengkel” di Wamena) yang selalu siap untuk mempraktekkan dan mencoba (mengetes) langkah-langkah praktis dari sistem pembukuan yang saya ciptakan untuk konteks Papua. Dengan motivasi tinggi mereka memberikan masukan yang penting kepada saya untuk memperbaiki sistem pembukuan yang akan saya perkenalkan kepada anda melalui buku ini.
 
Saya yakin, bahwa materi dalam buku ini belum sempurna. Dan karena itu saya senang kalau anda bersedia untuk mengirim ide, saran dan kritik anda yang bertujuan untuk memperbaiki buku ini melalui email (Heidi_Scheunemann(at)yahoo.de kepada saya, supaya cetakan kedua boleh menjadi lebih baik lagi.  )
 
Semoga melalui buku ini anda akan diberkati untuk menjadi seorang pengusaha Papua yang sukses atau untuk menjadi seorang pembina lapangan yang dapat melayai masyarakat Papua yang berjiwa bisnis dengan baik.
 
Shaloom dan kiranya Tuhan selalu akan memberkati anda.            
                       
Waena, Tanah Papua, Januari 2008 
 
                                 Heidi Scheunemann, MBA
 
 
 
 
 
Setiap pencapaian manusia yang besar
dimulai dengan visi atau mimpi.
 
 
 
Unsere Einsatzbereiche in Papua  
  Theologischer Unterricht
Abendbibelschule
Gemeindedienste
Evangelisationen
Kindergottesdienst
Teenclub
Strassenkinderarbeit
Kinder- und Jugendfußballförderung
Indonesische Frauen-Fussball-Nationalmannschaft
Mädchen-Volleyballclubs "Haleluya"
Kleinunternehmerberatung
Strategien zur Armutsbekaempfung
Wirtschaftsschule
Capacity builing (Coaching von Junglehrern)
Leiterschaftstraining
Musik (VCD-produktionen)
Aids-Aufklärung
 
Werbung  
   
Heute waren schon 4 Besucher (54 Hits) hier!
=> Willst du auch eine kostenlose Homepage? Dann klicke hier! <=